Banyak ditemui seorang anak merasa takut kembali bersekolah ketika tahun
ajaran baru. Pada beberapa kasus, sekolah dianggap sebagai hal yang
mengerikan bagi anak sehingga ia melakukan segala upaya agar tak kembali
ke sana.
"Kecemasan adalah hal yang paling banyak menyebabkan
anak-anak enggan kembali ke sekolah. Mengabaikan masalah ini akan
menyebabkan masalah menjadi serius di kemudian hari, misalnya mengganggu
prestasi dan tumbuh kembang anak," kata Anne Marie Albano, profesor
psikiatri di Columbia University seperti dilansir New York Times, Senin (16/7/2012).
Beberapa hal yang membuat anak malas ke sekolah antara lain:
1. Takut dengan lingkungan sekolah
Beberapa anak
menolak untuk pergi ke sekolah karena memiliki ketakutan tertentu
terhadap guru, teman sebaya atau hal lain dari lingkungan sekolah. Bisa
jadi anak-anak ini menjadi korban bullying, kurang nyaman dengan metode
pengajaran, atau takut dengan mata pelajaran tertentu.
Jika hal
ini terjadi, biacarakan dengan baik apa yang membuat anak takut. Jangan
remehkan ketakutan anak sebab anak butuh dukungan. Bicarakan dengan
pihak sekolah mengenai ketakutan anak yang disebabkan karena lingkungan
sekolah.
2. Kurang bisa bersosialisasi dengan teman
Ada
anak-anak yang cenderung merasa bahwa orang lain melihat dirinya secara
negatif. Akibatnya, anak ini menghindari situasi sosial karena takut
orang lain mengejek di belakangnya. Beberapa anak ada yang memang
bermasalah dengan teman sebaya atau diejek oleh anak nakal.
Ajarkan
anak perilaku sosial yang efektif. Misalnya, belajar mengatakan 'tidak'
dengan tegas, mencari bantuan dari orang dewasa dan mencari teman baru.
Ada baiknya meminta bantuan pihak sekolah untuk memperhatikan perilaku
anak di sekolah.
3. Takut ditinggalkan orangtua
Anak-anak yang
baru pertama kali masuk sekolah atau masih kecil saat masuk sekolah
sering merasa takut jika harus jauh dari orangtua. Bisa juga terjadi
jika ada orangtua yang sedang sakit, bertengkar, bercerai atau
mengetahui anak lain yang kehilangan orangtua.
Untuk anak yang
baru masuk sekolah, baiknya ditemani dulu beberapa jam selama beberapa
hari. Yang paling penting, yakinkan anak bahwa orangtua akan kembali
menjemput dan tepati janji waktu untuk menjemput.
4. Lebih suka tinggal di rumah
Anak menolak ke
sekolah karena merasa tidak nyaman. Tapi seiring waktu, anak akhirnya
memiliki keinginan untuk tinggal di rumah. Anak ini baru menyadari
betapa menyenangkannya tinggal di rumah setelah menganggap sekolah
membosankan.
Jangan membuat anak menganggap rumah lebih
menyenangkan dibandingkan sekolah. Cobalah kurangi hal-hal yang membuat
anak lebih memilih tinggal di rumah, misalnya video game. Berikan
dukungan agar anak merasa sekolah sama nyamannya dengan rumah.
5. Sulit bangun pagi
Beberapa anak ada yang
benar-benar sulit bangun pagi sehingga sulit datang ke sekolah tepat
waktu. Anak-anak yang mengalami hal ini biasanya mengalami depresi
klinis atau menderita gangguan kecemasan dan perlu bantuan profesional.
Beberapa obat yang menyebabkan kelesuan bisa jadi membuat anak sulit
terjaga dan aktif di pagi hari. Jika ini terjadi, konsultasikan dengan
dokter anak.
6. Mencari perhatian atau hadiah dari orangtua
Perilaku
anak menolak pergi ke sekolah bisa juga disebabkan karena ingin menarik
perhatian dari orangtua. Pada beberapa kasus, anak-anak baru mau pergi
ke sekolah jika diberikan hadiah atau dituruti keinginannya. Orangtua
seringkali terbujuk oleh rengekan anak.
Jangan selalu menuruti
keinginan ini karena anak akan cenderung melakukan hal yang sama jika
menginginkan sesuatu. Berikan hadiah jika anak berhasil mendapat
peringkat bagus di sekolah, bukan agar mau berangkat ke sekolah.
Orangtua perlu bersikap tegas.
detik.com
Penyakit galau
13 tahun yang lalu

